Langsung ke konten utama

KUNCI MENYADARKAN ANAK YANG BANDEL-DEGIL

Pernah kah anda mengalami ini? memerintah anak sudah jelas dan gamblang. Namun rupanya, tidak demikian menurut anak. Anak memang merasa kurang mengerti akan apa yang diperintahkan oleh orang tuanya. Anak biasanya kemudian datang dan meminta maaf dan menanyakan apa yang dimaksud oleh orang tua. Biasanya anak seperti ini, karena sedang berkonsentrasi pada hal lain, misalnya : sedang makan, sedang bermain, sedang mengerjakan PR, dll.

Solusinya: Saat anak terlena dengan “dunianya” maka, ulangilah perintah itu, atau angkat sedikit suara dan sentuhlah dia hingga dia ingat, kemudian ulangilah perintah dengan nada datar tanpa emosi ataupun marah. Berbaik sangkalah terhadap anak, bahwa ia tidak sengaja.

Ingin Cari perhatian


Mungkin, anak membangkang karena ingin mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Hal ini bisa saja terjadi, salah satunya karena anak merasa jarang diperhatikan dan hanya bisa berkomunikasi ketika ada yang tidak benar pada anak.

Solusinya: mencari sebab, mengapa anak melakukan hal itu dan dilanjutkan dengan mengalihkan perintah kepada anak yang lain atau mengerjakan sendiri pekerjaan itu. Dengan demikian, anak akan berterus terang. Jangan disia-siakan, segera dengarkan apa yang disampaikannya. Sebaiknya langkah ini juga dilaksanakan pada waktu yang tepat untuk mengetahui penyebab anak mencari perhatian.

Bertunda-tunda

Sekali waktu, anak menolak langsung untuk mengerjakan sesuatu dengan sengaja. Lalu Dia berjanji dengan terpaksa untuk melaksanakannya. Dia pun menundanya hingga merasa siap untuk melaksanakan perintah itu. Hal ini dapat disebabkan karena ketidakmampuan, cara yang kurang sesuai dalam memerintah, atau malas dan capek.

Solusinya : Kadang anak merasa tidak mampu untuk mengerjakan karena tidak kuat, belum sampai pikirannya, atau karena malu. Untuk itu, pahamilah bahwa penentangan bisa jadi merupakan ekspresi dari ketidakmampuan. Kadang-kadang orang tua juga memberi perintah kepada anak tanpa melihat situasi, atau saat anak merasa lelah. Untuk itu, lihatlah kondisi, apabila anak sedang lelah, mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk melaksanakan dalam keadaan tidak terpaksa.


Membantah keinginan orang tua


Kadang-kadang anak menolak melakukan sesuatu dan menunjukkan bahwa “Saya tidak mau”. Dalam hal ini, ada beberapa cara untuk mengatasinya, antara lain :
  • Mengajari anak arti ketaatan dalam hal yang disukai maupun yang dibenci selama tidak dalam kemaksiatan
  • Menggunakan cara yang baik dan sesuai ketika meminta
  • Menggunakan kata-kata yang santun ketika menyuruh
  • Memahami halangan anak jika memang keadaan demikian
  • Menjelaskan sebab ketika berbeda pendapat dengan anak atau menjelaskan manfaat bagi orang tua dan anak dalam melaksanakan perintah tersebut
  • Menjelaskan sebab-sebab lainnya yang dapat mendekatkan jarak antara anak dan orang tua, khususnya dalam hal berbakti kepada orang tua dan pahala akan yang didapat.
Berikut ini doa / wirid orang tua yang menginginkan anaknya agar patuh atau tidak membandal



"Buduuhun" dibaca sebanyak 1000x,

Khoththuufah" dibaca sebanyak 7x,

Khothobtu qolba waladii ismiihu/ismuhaa..(sebut nama anak...) li amrii Wamuthii'an li arodtuhu" dibaca sebanyak 3x"

Dibaca selesai Sholat 5 waktu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ARAH MATA ANGIN MENCARI SANDANG PANGAN LEWAT HITUNGAN HARI PASARAN

ARAH MATA ANGIN Tentunya bagi seorang nelayan mengarungi Samudera dan seorang pengelana ditengah hutan belantara dalam perjalanan kemanapun diperlukan Kompas untuk mengetahui arah agar tidak tersesat sehingga cepat sampai tujuan. Berikut ini merupakan sebuah catatan yang di wariskan nenek moyang kita dalam sebuah perhitungan untuk suatu arah dan tujuan. DEFENISI SINGKAT HARI DAN PASARAN Dalam kita mencari Rezeki, baik itu rezeki sandang maupun rezeki pangan ada baiknya diperhitungkan dengan matang langkah dan arah tujuan, agar persentasi keberhasilannya lebih maksimal di setiap langkah kehidupan. Bukankah Tuhan juga memerintahkan kita untuk "Berfikir". Apabila kita memandang secara hakikat insan, rezeki termasuk di dalamnya sandang pangan, bahagia maupun celakanya seseorang itu sudah di tentukan oleh Allah SWT sejak azali. Dibuktikan dalam catatan sejarah sufi, biografi Syekh Abdul Qodir  Zailani merupakan salah satu manusia yang jadi Wali Kutub apabila ingin mengetahui s...

RITUAL JADI CALON PEMIMPIN

Wirid Mencalon Kepala Daerah / Kepala Desa / Pemimpin  Sebagaimana diketahui bahwa untuk menjadi seorang pemimpin, pimpinan apa saja dalam lingkup kecil maupun besar adalah kelak bertanggung jawab di hadapan Allah SWT. Dan sangat besar beban yang harus emban seorang pemimpin untuk dilaksanakan berupa amanat-amanat nya. Namun demikian, banyak sekali diantara kita yang ingin menjadi pemimpin. Baik itu sebagai Kepala Desa, Kepala Daerah, Wakil Rakyat, Ketua RT, Ketua RW, Pemimpin Perusahaan, Pemimpin didalam suatu Organisasi. Apabila berambisi ingin jadi pemimpin seperti kami sebutkan tadi, maka berusahalah sekuat tenaga berupa moril, materil, secara lahiriyah, maka juga kita perlu berusaha secara bathiniyah. Karena tidak sedikit rival-rival/saingan-saingan kita yang ingin mencalonkan diri sebagai pimpinan. Usah-usaha bathiniyah banyak sekali ragamnya tergantung kepercayaan kita dalam mengamalkan amalan atau wirid-wirid tersebut. Amalan-amalan bathiniyah atau wirid-wirids yang kami ma...

KEBAL TERHADAP SIHIR, TENUNG DAN GUNA-GUNA

Masalah sihir, tenung dan guna-guna itu adalah masalah barang ghaib, yakni perbuatan jahat yang direncanakan atau akan ditimpakan oleh orang-orang yang jahat atau orang-orang yang tidak beriman terhadap orang-orang yang dibencinya atau terhadap orang yang dianggap menjadi saingan beratnya dalam bidang bisnis, perjodohan, pekerjaan, karir, dan sebagainya. Agar kita tidak mempan (kebal) terhadap kiriman santet, sihir, santau, guna-guna dan sebagainya, maka lakukanlah amalan-amaan seperti berikut ini: 1. Bacalah tujuh (7) ayat di atas pada pagi dan sore hari dengan khusu' lagi pula dengan memperhatikan artinya (isi yang terkandung di dalamnya). 2. Masing-masing ayat tersebut cukup dibaca sekali saja.  Dengan demikian, Insya Allah Dzat Yang Maha Kuasa dari segala Makhluknya , Maha Tahu, Maha Kuat, Maha Melindungi (Allah SWT) melindungi diri kita dari bahaya Sihir, Tenung, Santau, Santet, Guna-guna dan sebagainya. Amalan ini Dari Di Ijazahkan Ustadz Maftuh Ahnan dan Ustadz Asyhari ...