Langsung ke konten utama

ILMU TONGKAT NABI MUSA ALAIHISSALAM

Kisah terbelahnya Laut merah dilakukan Nabi Musa atas perintah Allah ketika dikejar oleh Fir'aun merupakan akhir dari kejayaan Fir'aun pada masa itu. Alat yang dipergunakan Nabi Musa untuk membelah laut itu berupa tongkat.

Nabi Musa diutuskan oleh Allah bagi memimpin Kaum Israel ke jalan benar. Beliau merupakan anak kepada Imran dan Yukabad binti Qahat, (Musa bin Imran bin Kohath bin Lewi bin Yakqub bin Ishaq bin Ibrahim), bersaudara (adik-beradik ) dengan Nabi Harun, dilahirkan di Mesir pada pemerintahan Firaun.

Al-Quran menceritakan: “Dan ingatlah ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan Firaun dan pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.”

Juga Pernah suatu ketika tongkat yang dipegang Nabi Musa di lemparkan ditengah tengah tukang sihir seketika tongkat nabi musa berubah menjadi seekor ular besar yang melahap semua ular tukang sihir.

Allah Berfirman yang artinya: “Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, pasti ia akan menelan apa yang mereka buat. Sesungguhnya apa yang mereka buat itu hanya tipu daya tukang sihir dan tidak akan menang tukang sihir itu dari mana saja ia datang.”

Ilmu yang akan saya nukilkan berikut sangat besar manfaatnya, disebut Tongkat Nabi Musa. Keilmuan ini sudah banyak dibuktikan oleh para pendahulu kita ketika masa penjajahan, diantaranya untuk memelihara diri dari segala marabahaya, untuk mendapatkan wibawa dan kharisma, juga agar dipatuhi dan dituruti semua orang.Menarik simpati dan kasih sayang dari makhluk Allah. dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

Ilmu Tongkat Nabi Musa ini disebut juga Hizib khafy, sebgaia berikut:


"BIKHOFIYYI LUTHFILLAH, BILATHIIFI SHUN'ILLAH, BIJAMIILISITRILLAAH, BIBADII'I 'AFWILLAAH, BISARII'I KAROMILLAH, BIGHOOTSATI JUDILLAAH, BI AFI ALFI LAAHAULAWALA QUWWATA ILLA BILLAAH, HAJIBTUNAFSI BIHIJAABILLAAH, WAMANA'TUHA BI AAYAATILLAH, WAHASHONTUHAA BIL AAYAATI WADZDZIKRILHAKIIM, BIHAQQI MAYYUHYIL 'IDHOMA WAHIYA ROMIIM.
JIBRIILU 'ANYAMIINI, WAMIIKAA IILU ANYASAARII, WAISROOFIILU MINKHOLFII, WA'IZROO IILU MIN QODAAMII, WASAYYIDUNAA MUHAMMADIN AMAAMII, WA 'ASHOO MUSAA FII YADII, FAMAN RO AANI HAABANII WAKHOOFANII WA 'ATHOO 'A AMRII, WAKHOOTAMU SULAIMAANA 'ALAA LISAANI FAMAN TAKALLAMTU ILAIHI QODHOO HAJATII, WANUURU YUUSUFU 'ALAA WAJHII, FAMAN RO AANII AHABBANII, WALLAAHU MIN WAROO IHIM MUHIITHUN BAL HUWA QUR AANUN MAJIID, FII LAUHIN MAHFUUDH, WASHOLLOLLOOHU 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA 'ALAA AALIHI WASHOHBIHII WASALLAM



Beragam manfaat dan bersandar pada kekuasaan Allah SWT dengan melalui karomah ilmu tongkat nabi musa: 





Tingkat satu: Seorang pengamal akan mulai merasakan ketenangan dan kepekaan bathin, ketajaman intuisi, pagar ghaib serta mampu mendeteksi berbagai energi lembut yang ada disekitarnya.



Tingkat berikut: Seorang pengamal yang sudah mapan akan dapat dengan mudah menggunakan kekuatan bathin, menyerap energi, metafisis, menghilangkan penghalang yang menyebabkan kesempitan rejeki dan kesulitan jodoh, mendeteksi penyakit dan mengobatinya, mendamaikan rumah tangga, memagari rumah, bahkan mampu memainkan gerak dari salah satu cabang ilmu silat karomah.

Tahap Sudah jadi: Seorang pengamal akan dapat menghilang dari pandangan musuh, memindahklan hujan, memanggil sukma oranglain, melihat dan berkomunikasi dengan jin maupun khodam sampai kemampuan lain yang akan diperioleh secara khusus.


Namun tidak semua orang mencapai tingkat sudah jadi ini dengan sempurna, karena dibutuhkan kebersihan hati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ARAH MATA ANGIN MENCARI SANDANG PANGAN LEWAT HITUNGAN HARI PASARAN

ARAH MATA ANGIN Tentunya bagi seorang nelayan mengarungi Samudera dan seorang pengelana ditengah hutan belantara dalam perjalanan kemanapun diperlukan Kompas untuk mengetahui arah agar tidak tersesat sehingga cepat sampai tujuan. Berikut ini merupakan sebuah catatan yang di wariskan nenek moyang kita dalam sebuah perhitungan untuk suatu arah dan tujuan. DEFENISI SINGKAT HARI DAN PASARAN Dalam kita mencari Rezeki, baik itu rezeki sandang maupun rezeki pangan ada baiknya diperhitungkan dengan matang langkah dan arah tujuan, agar persentasi keberhasilannya lebih maksimal di setiap langkah kehidupan. Bukankah Tuhan juga memerintahkan kita untuk "Berfikir". Apabila kita memandang secara hakikat insan, rezeki termasuk di dalamnya sandang pangan, bahagia maupun celakanya seseorang itu sudah di tentukan oleh Allah SWT sejak azali. Dibuktikan dalam catatan sejarah sufi, biografi Syekh Abdul Qodir  Zailani merupakan salah satu manusia yang jadi Wali Kutub apabila ingin mengetahui s...

RITUAL JADI CALON PEMIMPIN

Wirid Mencalon Kepala Daerah / Kepala Desa / Pemimpin  Sebagaimana diketahui bahwa untuk menjadi seorang pemimpin, pimpinan apa saja dalam lingkup kecil maupun besar adalah kelak bertanggung jawab di hadapan Allah SWT. Dan sangat besar beban yang harus emban seorang pemimpin untuk dilaksanakan berupa amanat-amanat nya. Namun demikian, banyak sekali diantara kita yang ingin menjadi pemimpin. Baik itu sebagai Kepala Desa, Kepala Daerah, Wakil Rakyat, Ketua RT, Ketua RW, Pemimpin Perusahaan, Pemimpin didalam suatu Organisasi. Apabila berambisi ingin jadi pemimpin seperti kami sebutkan tadi, maka berusahalah sekuat tenaga berupa moril, materil, secara lahiriyah, maka juga kita perlu berusaha secara bathiniyah. Karena tidak sedikit rival-rival/saingan-saingan kita yang ingin mencalonkan diri sebagai pimpinan. Usah-usaha bathiniyah banyak sekali ragamnya tergantung kepercayaan kita dalam mengamalkan amalan atau wirid-wirid tersebut. Amalan-amalan bathiniyah atau wirid-wirids yang kami ma...

KEBAL TERHADAP SIHIR, TENUNG DAN GUNA-GUNA

Masalah sihir, tenung dan guna-guna itu adalah masalah barang ghaib, yakni perbuatan jahat yang direncanakan atau akan ditimpakan oleh orang-orang yang jahat atau orang-orang yang tidak beriman terhadap orang-orang yang dibencinya atau terhadap orang yang dianggap menjadi saingan beratnya dalam bidang bisnis, perjodohan, pekerjaan, karir, dan sebagainya. Agar kita tidak mempan (kebal) terhadap kiriman santet, sihir, santau, guna-guna dan sebagainya, maka lakukanlah amalan-amaan seperti berikut ini: 1. Bacalah tujuh (7) ayat di atas pada pagi dan sore hari dengan khusu' lagi pula dengan memperhatikan artinya (isi yang terkandung di dalamnya). 2. Masing-masing ayat tersebut cukup dibaca sekali saja.  Dengan demikian, Insya Allah Dzat Yang Maha Kuasa dari segala Makhluknya , Maha Tahu, Maha Kuat, Maha Melindungi (Allah SWT) melindungi diri kita dari bahaya Sihir, Tenung, Santau, Santet, Guna-guna dan sebagainya. Amalan ini Dari Di Ijazahkan Ustadz Maftuh Ahnan dan Ustadz Asyhari ...